JAGAT KESEHATAN] Setiap tanggal 31 Mei, dunia memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Hari ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak buruk tembakau serta sebagai momen untuk mempromosikan kebijakan maupun edukasi yang efektif untuk mengurangi konsumsi tembakau. Pada peringatan Hari Tanpa Tembakau 31 Mei 2024 ini, tema yang diusung adalah “ Melindungi Anak dari Campur Tangan Industri Tembakau ” atau “Melindungi Anak-anak Dari Campur Tangan Industri Tembakau”.
Seiring dengan perkembangan yang terjadi di berbagai bidang, industri tembakau pun turut mencari cara baru untuk menarik konsumen, terutama para konsumen muda yang potensial. Sehingga, perlindungan terhadap anak-anak dari paparan dan pengaruh negatif tembakau menjadi prioritas global.
Melansir dari laman UICC, terdapat lebih dari 38 juta anak muda berusia antara 13 dan 15 tahun menggunakan beberapa jenis tembakau. Pada tahun 2022, acara populer Asia Tenggara dengan adegan yang menampilkan tembakau meningkat sebesar 110% di kalangan anak berusia 15 hingga 24 tahun. Mirisnya, merokok seringkali dianggap sebagai sesuatu yang glamor dan keren. Sejatinya, di dalam setiap batang rokok terdapat tar dan nikotin serta zat berbahaya lainnya yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Dampak Tembakau pada Kesehatan Anak
Paparan terhadap produk tembakau, baik secara langsung maupun tidak langsung, memiliki dampak yang sangat merugikan bagi kesehatan anak-anak. Anak-anak yang terpapar asap rokok di rumah atau di lingkungannya berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, asma, dan gangguan perkembangan paru-paru. Sehingga perlu ditekankan bahwa asap rokok berbahaya bagi anak-anak. Selain itu, anak-anak yang tumbuh di lingkungan di mana merokok dianggap hal normal lebih mungkin untuk merokok di masa depannya.
Taktik Industri Tembakau
Salah satu langkah awal dalam melindungi anak dari rokok adalah dengan mengetahui taktik industri tembakau. Hal tersebut bermanfaat agar generasi muda tidak mudah direkayasa dengan taktik yang dilakukan industri tembakau. Karena industri tembakau menggunakan berbagai taktik untuk menarik minat anak-anak dan remaja.
Beberapa taktik tersebut antara lain:
1. Pemasaran yang menarik
Penggunaan kemasan berwarna-warni, desain modern dan iklan yang menarik.
2. Produk baru
Memperkenalkan produk tembakau baru seperti rokok elektrik dan vape sering dianggap lebih aman , pada dasarnya tetap saja berbahaya.
3. Media sosial
Memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk tembakau dengan cara yang halus, hingga seringkali melibatkan influencer yang diidolakan anak-anak dan remaja.
4. Sponsor dan acara
Mensponsori acara populer di kalangan remaja, seperti konser musik dan festival olahraga.
Sesuai dengan fokus utama berdasarkan tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2024 ini, yaitu “Melindungi Anak-anak dari Campur Tangan Industri Tembakau”, dirasa perlu untuk langkah-langkah membahas yang komprehensif dan terpadu guna melindungi anak-anak dari pengaruh industri tembakau.
Langkah tersebut meliputi:
1. Pengetatan regulasi
Menguatkan regulasi terkait iklan, promosi dan sponsor produk tembakau agar tidak menjangkau anak-anak.
2. Pendidikan dan kesadaran
Mengimplementasikan program pendidikan yang efektif di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran anak akan bahaya tembakau terhadap kesehatan.
3. Pengawasan media sosial
Memantau dan mengatur promosi konten tembakau di media sosial untuk mencegah anak-anak mengonsumsi konten tersebut.
4. Lingkungan bebas rokok
Membuat dan menerapkan kebijakan lingkungan bebas rokok di tempat-tempat umum, seperti taman bermain dan sekolah.
5. Kampanye kesehatan masyarakat
Menggiatkan kampanye kesehatan masyarakat yang kuat untuk mengedukasi masyarakat tentang dampak buruk tembakau dan pentingnya melindungi anak dari paparan rokok.
Selain itu, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif rokok. Peran tersebut seperti:
1. Memberikan contoh yang baik
Memberikan contoh yang baik kepada anak dengan tidak merokok dan menunjukkan perilaku gaya hidup sehat.
2.Komunikasi terbuka
Membicarakan secara terbuka tentang bahaya merokok terhadap kesehatan diri sendiri maupun orang lain dan mengajarkan anak-anak untuk berkata tidak pada rokok.
3. Mengawasi aktivitas anak
Memantau kegiatan anak-anak, mulai dari aktivitas anak di media sosial agar tidak terpapar promosi rokok, maupun mengawasi pergaulan anak ketika sudah mulai beranjak dewasa.
Melindungi anak-anak dari campur tangan industri tembakau adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak. Dengan langkah-langkah yang tepat dan komitmen yang kuat, dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang serta terbebas dari bahaya tembakau. Ketahui juga informasi seputar peran rokok sebagai penyebab utama kanker paru-paru, peran rokok sebagai penyebab penyakit jantung , pengaruh rokok terhadap hati dan risiko hepatitis .
Mari jadikan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2024 dengan tema “ Melindungi Anak dari Gangguan Industri Tembakau ” sebagai momentum untuk meningkatkan upaya perlindungan ini, demi masa depan anak-anak yang lebih sehat dan cerah.
IHC Telemed


