Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Wafat Diusia 90 Tahun, Pemerintah Siapkan Upacara Militer

Try Sutrisno diusia 90 tahun (kiri) meninggal dunia akibat sakit menua, Gambar (kanan) saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden RI di Era Presiden Soeharto pada tahun 1993.



JAGATANTERO.COM,
SERANG| Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta. Kepergiannya di usia 90 tahun meninggalkan seorang istri dan tujuh anaknya.

Kabar wafatnya Try Sutrisno disampaikan melalui pesan berantai atas nama keluarga. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa jenazah akan dimandikan di RSPAD, kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin, Amin, Amin YRA,” demikian kutipan pesan dari pihak keluarga.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi membenarkan kabar duka tersebut dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Try Sutrisno.

“Benar (Wapres Ke-6 Try Sutrisno meninggal dunia). Kita berdukacita sangat mendalam,” kata Prasetyo, dilansir dari Antara.

Ia menyampaikan pemerintah telah menginstruksikan kepada RSPAD Jakarta, Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, serta Kementerian Sekretariat Negara untuk memberikan perhatian terbaik kepada almarhum, termasuk proses pemulasaraan dan pemakaman yang akan disertai upacara militer.

“Saya sudah minta RSPAD, Garnisun, Setneg, untuk memberikan atensi terbaik,” ujarnya.

Profil Singkat

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Pada usia 13 tahun, ia bergabung dengan Batalyon Poncowati dan bertugas sebagai kurir di markas tentara di Purwosari, Kediri. Tugasnya antara lain mencari informasi di wilayah pendudukan Belanda serta mengambil obat-obatan untuk Angkatan Darat.

Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan hingga lulus SMA pada 1956. Try kemudian menempuh pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) Bandung dan lulus pada 1959. Karier militernya dimulai sebagai Letnan Dua Zeni pada 1959. Ia terlibat dalam sejumlah operasi militer penting, antara lain penumpasan PRRI, DI/TII di Aceh, Operasi Trikora pembebasan Irian Barat, penumpasan Gerakan 30 September 1965, hingga Operasi Seroja di Timor Timur. Kariernya terus menanjak. Ia pernah menjabat Pangdam IV/Sriwijaya dan Pangdam V/Jaya.

Pada 25 Juni 1986, Try diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan setahun kemudian memperoleh pangkat Jenderal. Puncak karier militernya diraih ketika ia ditunjuk sebagai Panglima ABRI pada 27 Februari 1988, menggantikan L. B. Moerdani. Ia menjabat posisi tersebut hingga 18 Februari 1993.

Dalam Sidang Umum MPR 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden ke-6 RI mendampingi Presiden Soeharto untuk masa jabatan 1993–1998. Dirinya menjadi salah satu wakil presiden berlatar belakang militer dengan pengalaman panjang di pucuk pimpinan ABRI.

Menjelang akhir masa jabatannya, Try menyatakan tidak bersedia dicalonkan kembali sebagai wakil presiden. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai upaya meneruskan tradisi para wakil presiden sebelumnya, mulai dari Hamengkubuwono IX hingga Sudharmono, yang menjabat satu periode. Dalam Sidang Umum MPR 1998, posisinya kemudian digantikan oleh B. J. Habibie sebagai Wakil Presiden.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, ia tetap aktif di berbagai organisasi, di antaranya sebagai Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) periode 1998–2003 dan Ketua Dewan Pembina Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk periode 2022–2027.

Kepergian Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam bagi segenap masyarakat Indonesia. Pemerintah memastikan proses pemakaman akan dilakukan dengan penghormatan militer sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya kepada negara.(red)




Baca Juga

Komentar dengan santun dan bijak

Lebih baru Lebih lama
Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال