![]() |
| Sejumlah tropi lomba dipajang dalam Acara Festival Seni dan Sastra di Pandeglang.(Foto/Ist) |
JAGATANTERO.COM, PANDEGLANG| Sebanyak 20 Sekolah Dasar Negri yang ada di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang Banten, mengalami libur Sekolah hari ini, Sabtu 18 Januari 2026.
Hal tersebut akibat adanya dampak dari kegiatan lomba festival seni dan sastra oleh para guru didik sehingga mengakibatkan para anak didik yang tidak mengikuti acara tersebut.Tidak bisa mengikuti pembelajaran seperti biasanya.
Kegiatan tersebut, menampilkan beberapa murid SDN yang memiliki bakat dan kemampuan Dini. Namun dampak dari kegiatan tersebut, mengakibatkan banyak anak murid tak bisa menerima pelajaran seperti biasanya.
Menurut ketua pelaksana kegiatan acara tersebut Iin Nasihin sekaligus Kepala Sekolah Dasar Negri Koranji 2, mengatakan," kegiatan ini, di selenggarakan pada hari Sabtu 18/04/2026, tak lain adalah kegiatan tahunan, yang akan menampilkan bakat dari anak. Dan ini akan berjenjang ketingkat berikutnya," ungkapnya Sabtu 18/04/2026.
Kegiatan itu berlangsung dari pukul 7:30 wib sampai dengan selesai, dan pencarian bakat menampilkan beberapa perlombaan seperti, Solo,Tari, menulis cerita, mendongeng,kreat, menggambar dongeng," kegiatan Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS2N), ini akan berjenjang sifatnya," tuturnya.
Acara itu juga menghadirkan pihak dari Camat Kecamatan Pulosari, ketua PGRI Pulosari dan para Kepala Sekolah SDN Pulosari.
Penjabat Kecamatan Pulosari H.Gimas Rahadyan, juga menyampaikan kepada wartawan, terkait adanya kegiatan tersebut," kami sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan rutin pendidikan yang di adakan setiap tahun guna pencarian bakat siswa," ucapnya.
Masih menurut Gimas, Sekolah Dasar itu manajemennya belum menemukan bakat, namun masih mengenal lingkungan," tahapan manajemen nya seperti ini, Tingkat TK adalah mengenali diri, SD mengenali lingkungan, SMP mengenali bakat, SMA merancang masa depan, dan perguruan tinggi itu menguatkan skil," tuturnya.
Masih menurutnya, mengapa bakat seni dan sastra ini dilakukanya sejak Sekolah Dasar," jadi begini terkadang murid, hanya sebatas menganal tari yaa..tari saja. Bakat seni yaa seni saja, nyanyi ya nyanyi aja. sebenarnya kegiatan tersebut momentum untuk mengetahui bakat diri si murid itu sendiri. Dan nanti saat SMP mereka akan menemukan bakat diri yang sebenarnya," jelasnya.
Kegiatan tersebut dianggap positif olehnya, untuk memicu potensi bakat dari setiap murid," sebetulnya kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan dari dinas pendidikan, sifatnya menyeluruh. Tujuan itu tak lain adalah, agar menjadikan murid untuk mengenal seni dan mencintai bakat," ujarnya juga.
Target kegiatan tersebut jelasnya adalah tak lain,menari bibit" target kegiatan itu, mencari bibit bakat seni, tari dan lainya, agar dapat mewakili kecamatannya, kabupaten bahkan sampai tingkat mewakili propinsinya. Seperti dari Pulosari mewakili salah satu cabang seni, dan akan berjenjang lombanya.
Hal tersebut akibat adanya dampak dari kegiatan lomba festival seni dan sastra oleh para guru didik sehingga mengakibatkan para anak didik yang tidak mengikuti acara tersebut.Tidak bisa mengikuti pembelajaran seperti biasanya.
Kegiatan tersebut, menampilkan beberapa murid SDN yang memiliki bakat dan kemampuan Dini. Namun dampak dari kegiatan tersebut, mengakibatkan banyak anak murid tak bisa menerima pelajaran seperti biasanya.
Menurut ketua pelaksana kegiatan acara tersebut Iin Nasihin sekaligus Kepala Sekolah Dasar Negri Koranji 2, mengatakan," kegiatan ini, di selenggarakan pada hari Sabtu 18/04/2026, tak lain adalah kegiatan tahunan, yang akan menampilkan bakat dari anak. Dan ini akan berjenjang ketingkat berikutnya," ungkapnya Sabtu 18/04/2026.
Kegiatan itu berlangsung dari pukul 7:30 wib sampai dengan selesai, dan pencarian bakat menampilkan beberapa perlombaan seperti, Solo,Tari, menulis cerita, mendongeng,kreat, menggambar dongeng," kegiatan Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS2N), ini akan berjenjang sifatnya," tuturnya.
Acara itu juga menghadirkan pihak dari Camat Kecamatan Pulosari, ketua PGRI Pulosari dan para Kepala Sekolah SDN Pulosari.
Penjabat Kecamatan Pulosari H.Gimas Rahadyan, juga menyampaikan kepada wartawan, terkait adanya kegiatan tersebut," kami sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan rutin pendidikan yang di adakan setiap tahun guna pencarian bakat siswa," ucapnya.
Masih menurut Gimas, Sekolah Dasar itu manajemennya belum menemukan bakat, namun masih mengenal lingkungan," tahapan manajemen nya seperti ini, Tingkat TK adalah mengenali diri, SD mengenali lingkungan, SMP mengenali bakat, SMA merancang masa depan, dan perguruan tinggi itu menguatkan skil," tuturnya.
Masih menurutnya, mengapa bakat seni dan sastra ini dilakukanya sejak Sekolah Dasar," jadi begini terkadang murid, hanya sebatas menganal tari yaa..tari saja. Bakat seni yaa seni saja, nyanyi ya nyanyi aja. sebenarnya kegiatan tersebut momentum untuk mengetahui bakat diri si murid itu sendiri. Dan nanti saat SMP mereka akan menemukan bakat diri yang sebenarnya," jelasnya.
Kegiatan tersebut dianggap positif olehnya, untuk memicu potensi bakat dari setiap murid," sebetulnya kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan dari dinas pendidikan, sifatnya menyeluruh. Tujuan itu tak lain adalah, agar menjadikan murid untuk mengenal seni dan mencintai bakat," ujarnya juga.
Target kegiatan tersebut jelasnya adalah tak lain,menari bibit" target kegiatan itu, mencari bibit bakat seni, tari dan lainya, agar dapat mewakili kecamatannya, kabupaten bahkan sampai tingkat mewakili propinsinya. Seperti dari Pulosari mewakili salah satu cabang seni, dan akan berjenjang lombanya.
" Intinya dengan kegiatan tersebut, bukan mencari kemenangan, bukan mencari juara, namun menunjukan kecintaan siswa itu terhadap seni, juga sebagai prestasi dan prestise sekolah tersebut," tutupnya.
Rudy Cobra


