Kasus Dugaan Penganiayaan MYM Warga Menes Kembali Munculkan Saksi Peristiwa, Patahkan Klarifikasi Kades Cilabanbulan

Anggrek tengah menunjukan kolase Foto kondisi MYM pasca kejadian dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan JN iparnya.(FOTO/IST)


JAGATANTERO.COM, PANDEGLANG| Kasus dugaan penganiayaan yang dialami MYM seorang ibu rumah tangga (52) warga kampung Jami Cemeng, desa Cilabanbulan, kecamatan Menes, kabupaten Pandeglang, kembali menjadi kontroversi. Pasalnya, keterangan korban yang dimuat dalam pemberitaan di sejumlah media online dinyatakan tidak sepenuhnya benar oleh beberapa saksi yang kemudian mencabut kesaksiannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polsek Menes.

Kini kembali muncul keterangan yang berseberangan dari salah satu orang terdekat MYM, kita sebut saja Anggrek (nama samaran). Dirinya mengaku berada di lokasi saat kejadian dan melihat pemukulan yang dilakukan JN terhadap Korban MYM pada Senin sore, 21 Juli 2025 lalu.

" MYM mengajak saya untuk ikut menghadiri permasalahan yang sedang terjadi terhadap MYM dengan kaka perempuan dan iparnya itu," ujarnya.

Setiba dirumah MYM, sambung Anggrek, di sana sudah ada Kepala Desa, Iwan Hermawan, Kadus, Dayat, RT Sam'un yang lebih dulu tiba. Selain ketiga orang itu, Suhandi (Endih) adik MYM pun datang. Tak selang lama JLH dan JN pun menyusul ke rumah MYM.

" Saat kami datang, saya sendiri menyiapkan untuk sajian para tamu tersebut di dapur, lalu Saya melihat kedatangan JLH dan JN menyerang (MYM) dengan kata kasar sehingga terjadi perkelahian," terangnya.

Menurut penglihatannya, saat terjadi keributan, kala itu dirinya tak melihat satupun yang melerai. Ketiga perangkat Desa dan Suhandi adik lelaki MYM yang ada di sana disebut Anggrek hanya diam mematung melihat pertikaian tersebut yang membuat satu gigi MYM tanggal dan mulut berdarah.

" Dari dapur saya langsung ke depan dan melihat (MYM) sedang terjatuh kemudian bangun tepat di hadapan JN iparnya. Disitu saya lihat dari mulut MYM  mengeluarkan darah dan satu giginya coplok," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, bukan cuma MYM yang terkena pukulan JN, Anggrek melihat Supriatna suami (MYM) yang baru saja turun dari motor pun diserang JN dan terkena pukulan bertubi di bagian tubuhnya, tapi Suami MYM tidak melakukan perlawanan.

" Nah suaminya datang pakai motor, baru juga datang langsung kena sasaran JN, suami MYM tidak melawan, dia cuma diam sambil mengangkat kedua tangannya ke atas, disitu JN seperti kerasukan saat memukuli Suami MYM," kata Anggrek.

Melihat istrinya keluarkan darah dari mulut, Supriatna bergegas membawa MYM ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, sementara Kades Iwan Hermawan, RT Sam'un, Kadus Dayat dan Suhandi adik lelaki MYM turun dari halaman rumah MYM bersama JN dan JLH.

" Mereka seperti tidak peduli dengan keadaan MYM yang terluka, malah tak ikut membantu menolong MYM dan suaminya," cerita Anggrek kepada Wartawan saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Menes, Sabtu, 02/5/2026.

Sebelumnya Kades Cilabanbulan, Iwan Hermawan menyampaikan klarifikasi pada media ini, Iwan menyebut bahwa luka yang dialami MYM bukan akibat penganiayaan oleh JN melainkan jatuh lantaran berduel dengan JLH Kakak perempuan MYM.

Keterangan tersebut kemudian dibantah MYM, ia menilai keterangan Kades seperti menyudutkan dirinya. Ia justru menyinggung soal kejanggalan dua orang saksi yang mencabut kesaksiannya dari penyidik Reskrim Polsek Menes tanpa sepengetahuannya.

" Keterangan saksi yang kemudian tanpa saya ketahui mencabut kesaksiannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polsek Menes, dengan alasan yang tak masuk akal, mereka bilang saya tak ada itikad baik" ungkap MYM yang merasa kecewa.

MYM mengaku, dirinya selalu mengikuti apa yang diminta penyidik dan Kades, termasuk mediasi di kantor Desa dan gelar perkara di Polres Pandeglang, meski sesekali ia wakilkan kepada Ishak Kuasa Hukumnya saat itu.

" Saya selalu hadir saat ada panggilan dari aparat hukum, tapi sebaliknya justru para terduga pelaku penganiayaan terhadap kami yang tak pernah hadir. Hanya saat terakhir saja waktu di kantor Desa," kilah MYM. (Tim)



Baca Juga

Komentar dengan santun dan bijak

Lebih baru Lebih lama
Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال