Polres Pandeglang Tanam 4.000 Pohon Endemik di Jalur PT Villa Emas Gunung Pulosari

Kapolres Pandeglang, AKBP Dr. H. Dhyno Indra Setyadi, S.I.K., M.Si, tengah melakukan penanaman pohon di Gunung Pulosari, Pandeglang. (Foto/Ist)


JAGATANTERO.COM, PANDEGLANG| Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program nasional Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, Kepolisian Resor (Polres) Pandeglang bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan kegiatan penanaman 4.000 bibit pohon jenis endemik di jalur kawasan PT Vila Emas, Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Jumat, 22 Mei 2026. 

Kegiatan ini di laksanakan secara simbolis dan dihadiri oleh para pejabat, tokoh masyarakat, hingga anak yatim dan kaum dhuafa yang juga menerima bantuan sosial dalam rangkaian acara tersebut.

Dipimpin langsung oleh Kapolres Pandeglang, AKBP Dr. H. Dhyno Indra Setyadi, S.I.K., M.Si, penanaman pohon menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat fungsi kawasan pegunungan sebagai paru-paru alam dan sumber kesejahteraan masyarakat sekitar. 

Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolres menegaskan bahwa peran kepolisian tidak hanya terbatas pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan hidup sesuai arahan pimpinan negara.

“Penanaman pohon ini kami laksanakan dengan satu tujuan utama, yaitu agar kawasan Gunung Pulosari senantiasa terjaga keasriannya dan terlihat hijau serta indah. Selain fokus pada tugas pokok menjaga keamanan, kami juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung setiap program yang diinstruksikan oleh Bapak Presiden, termasuk program Indonesia ASRI ini. Bagi kami, menjaga kebersihan dan kelestarian alam juga merupakan bagian dari nilai-nilai keimanan yang harus kita amalkan bersama,” ujar Kapolres usai kegiatan.

Lebih lanjut, Kapolres juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan pegunungan serta para pendaki yang kerap berkunjung ke Gunung Pulosari, untuk turut berperan aktif dalam menjaga dan merawat lingkungan. Ia berharap semangat menjaga alam dan mendukung program pemerintah dapat tumbuh dalam diri setiap warga, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni maupun dikunjungi.

Sebelum melaksanakan kegiatan penanaman pohon, rombongan terlebih dahulu melaksanakan peresmian jembatan penghubung yang berada di wilayah Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang. Menurut Kapolres, pembangunan dan peresmian jembatan tersebut bertujuan untuk memperlancar akses transportasi warga, terutama bagi para pelaku usaha dan petani dalam mendistribusikan hasil bumi mereka. Dengan tersedianya akses jalan dan jembatan yang aman dan layak, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Budi Suhardiman Juanardi, STP, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya terhadap inisiatif yang diambil oleh Kapolres Pandeglang beserta seluruh jajarannya. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon dan pelestarian lingkungan ini merupakan langkah yang sangat tepat dan selaras dengan upaya pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan di daerah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh Bapak Kapolres dan seluruh jajaran Polres Pandeglang dalam mendukung program Indonesia ASRI. Kawasan Gunung Pulosari, bersama dengan Gunung Hasepan dan Gunung Karang, merupakan tiga kawasan pegunungan yang memiliki peran sangat vital dan menjadi akar kehidupan bagi masyarakat di Provinsi Banten pada umumnya, serta masyarakat Pandeglang secara khusus,” ungkap Budi.

Ia juga menjelaskan nilai sejarah dan budaya yang melekat pada kawasan tersebut. Menurut catatan sejarah dan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat, dari ketiga gunung tersebut, Gunung Pulosari memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, karena menjadi tempat singgah dan bahkan menjadi pusat pemerintahan yang didirikan oleh tokoh besar dari Kerajaan Pajajaran, yaitu Raden Surya Kencana. Warisan sejarah dan budaya inilah yang membuat kawasan ini menjadi tempat yang sakral dan terus. (RC/red)


Baca Juga

Komentar dengan santun dan bijak

Lebih baru Lebih lama
Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال